Kayu, dinding, atap dan semua yang ada mendesis di ujung malam saat aku berdiam diri. Entahlah, pada kesunyian aku seakan menyaksikan semua yang mati telah kembali hidup.

Aku seungguhnya tiada pernah menemukan kesunyian dan kematian, semakin aku menjauh dan melihat hiruk pikuknya dunia, semakin nyata yang ada hanya bayang-bayang, suara yang ku dengar memekak telingaku selama ini hanyalah semu, seperti tafsir demi tafsir yang teradu dan mengadu tak lain ialah isyarat akan gejolak kehidupan yang berasal dari ruang keabadian.

Kesunyian, ketenangan, keabadian, oh… dimana sesungguhnya aku kini berada? Aku seperti berada di dalam sebuah maha karya agung yang di ciptakan oleh seniman agung, oh tidak tidak, ini lebih dari pengetahuan dunia selama ini.

Aku pernah singgah dalam tulisan ini.

Hmm… enyalah dngan semua itu, sejujurnya aku tak pernah mengerti tentang apa yg sebenarnya terjadi.