Wahai jiwa yang lelah dan tak berarah
Ketika skantung darah berdetak merajah lajur darah
Derai hujan yang tersapukan ketujuh fikir dan ketujuh rasa yang membara megah
Tentang sebuah kilatan cahaya yang kian menerkam kekosongan
Tentang setiap celah dan rongga yang terukirkan sebuah asma terus memanggil
Ketahuilah yang menginjak dan terinjak itu wujud yang tak berwujud ialah bayangan yang membelenggu
Kembalilah keasalmu dimana tempat keabadianmu dengan mengendarai keridhoanmu.