Maknawi adalah adalah kamus hidup yang tak akan terbaca tanpa izin Tuhan.
Saat kegelisahan jiwa meronta, keinginan untuk segera terlepas dari kesesakan dada membuatku berjalan tanpa tujuan, yang seakan hanya membuat semakin tersiksa. Mempertanyakan keadilan, kebebasan, kebenaran, kekuasaan dan segala hal didunia ini yang di penuhi aturan-aturan, semakin sempit ruang gerak hidup yang tak pernah meminta namun dihidupkan lalu di beri derita, semua itu muncul membuat semakin tak bisa di mengerti.
Dari segala yang hadir dalam perjalanan ini bertanya kemanapun tak satupun jawaban yang ku temui, segala sesuatunya menyeretku kedalam batinku yang terus berpacu dengan ribuan pertanyaan, yang pada akhirnya aku mulai sedikit mengerti didalam batinku sejatinya ada pertanyaan juga jawabanya.
Diskusi panjang pun terjadi entah apa yg terjadi sperti orang gila saja bagi yang melihatku kala itu, namun aku merasa tenang didalamnya, apapun yang ku inginkan telah tersedia, aku merasa di pertemukan dengan diriku sendiri. Aku masih mengingatnya kutipan itu "barang siapa mengenal dirinya akan mengenal Tuhanya".
Telaga Nirwana
Aku sedang berenang dengan air yang jernih, aku hanya merasakan kesegaranya tanpa basahnya yang menyentuh kulitku, aku berenang dan meminum seakan haus dahaga tak lagi menjamah batinku. Kelegaan macam apa yang sedang kualami, berenang dalam air yang tenang di iringi angin yang berhembus, aku terbuai di dalamnya meski tak berbekas namun aku sangatlah puas saat ada disini telaga nirwana.