Berpapasan dengan orang gila, aku menatap matanya ia membalas dengan tatapan tajam, seketika aku tertunduk, inginku melemparkan senyum ataupun sapaan tapi takut menyinggung hatinya, aku malah salah tingkah, aku lebih terlihat sperti orang gila oleh percakapan batinku.
Hati kecilku tetap mengajarkan cinta kasih seakan ingin meraih tanganya namun hal seperti itu akan terlihat soksokan di jaman sekarang.
Tp aku yakin ia lebih bahagia karena tak terbelenggu oleh dunia, meskipun cintamu tak akan dihargai karena ketidak beradaanmu aku yakin Tuhan menyiapakan tempat terbaik dalam keabadian surganya.
Saat tersadar aku sudah tak melihatnya, sepanjang jalan aku menjadi spertinya.